Ditolak RS Rujukan COVID-19, Warga Depok Tewas di mobil

  • Whatsapp

NewsJabar.com – Seorang warga yang bertempat tinggal di Depok, Jawa Barat mengalami hal tragis setelah mendapatkan beberapa penolakan dari Rumah Sakit rujuakn COVID-19.

Seseorang yang di rahasiakan namanya tersebut sebelumnya mengalami beberapa gejala yang terindikasi seperti gejala-gejala terjangkitnya virus COVID-19. Tetapi hingga saat ini status positif COVID-19 tidak dapat di konfirmasi karena orang tersebut telah meninggal di dalam mobil pada taksi online yang dia pesan.

Dilansir dari LaporCovid19 bahwa anggota keluarga dari korban, meninggal ketika di taksi online setelah mendapatkan penolakan 10 rumah sakit rujukan COVID-19.

Pelaporan kasus ini pada tanggal 3 Januari 2021, tetapi menurut sumber yang kredibel, yakni Kompas.com menegaskan bahwa insiden itu terjad di tanggal 20 Desember 2020.

Baca Juga:   Walikota Depok mengkritik pernyataan Ridwan Kamil soal prokes

Situasi ini memperkuat adanya gelombang serangan pandemi susulan, dimana lonjakan kasus COVID-19 terjadi di beberapa wilayah di Indonesia pasca libur panjang, termasuk di Depok.

Peringatan sejak November

Peringatan mengenai kondisi fasilitas kesehatan di Depok mulai mengalami masa kritis pada akhir November 2020, dimana ini adalah awal lojakan COVID-19 setelah libur panjang membuat kapasitas rumah sakit besar di kota Depok menyentuh 80% untuk ruang isolasi.

Hal yang paling di khawatirkan adalah ketersediaan ICU bagi pasien yang memiliki gejala berat. Dikarenakan sedikitnya jumlah ruang ICU , kemungkinan banyak pasien dengan gejala berat di tolak pada RS terkait dan di rekomendasikan untuk ke RS yang lainnya.

Baca Juga:   Kabar Duka Menyelimuti Hiburan Tanah Air, Yanto Tampan Meninggal Dunia

Pada tanggal 29 Desember 2020, Direktur RSUD Kota Depok, Devi Maryori mengkonfirmasi bahwa instalasi gawat darurat (IGD) di rumah sakitnya penuh. Sehingga , pasian harus mengantre untuk mendapatkan giliran penanganan mengenai kesehatan.

Tindak lanjut atas hal ini, beberapa dokter RS di Depok duduk bareng dengan Satgas Covid-19 Kota Depok untuk membahas dan berkoordinasi untuk menambah kemampuan daya tampung ruang ICU dan ruang isolasi pasien Covid-19.

Saat ini jumlah pasien Covid-19 di Depok sudah mencapai 4000 orang lebih dan ini merupakan angka terbanyak selama10 bulan pandemi Covid-19 melanda NKRI.

Novarita menyebutkan bahwa 90 persen dari total tempat tidur atau ruang isolasi covid-19 di Depok, mendekati 90 persen pada Desember 2020. Sementara 56 ICU yang terdapat di 21 rumah sakit, hampir penuh semuanya.

Baca Juga:   Walikota Depok mengkritik pernyataan Ridwan Kamil soal prokes

Depok saat ini menjadi sampel kecil yang mencerminkan kondisi genting fasilitas kesehatan nasional saat ini.

Jumlah pasien Covid-19 di Depok turun drastis ketika pemberlakuan PSBB di Jakarta mulai diterapkan, tetapi jumlah kasus Covid-19 kembali meloncak pasca liburan Natal dan Tahun Baru.

Jika tidak segera diatasi, akan semakin banyak warga yang meninggal hanya dikarenakan otoritas yang mengabaikan untuk memberikan hak layanan dan perawatan kesehatan.

Tetap jaga kesehatan dan jangan lupa penuhi kebutuhan nutrisi tubuh kalian.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *