Sejarah Megalodon yang Hampir Punah

  • Whatsapp
Sejarah Megalodon yang Hampir Punah

Newsjabar.com. Megalodon (Carcharokles Megalodon) yang bisa di artikan gigi besar. Adalah spesies Hiu yang sudah hampir punah. Hiu ini diperkirakan hidup sekita 23 hingga 2,6 Juta Tahun yang lalu, pada kala Miosen awal sampai Pliosen akhir. Sebelum Hiu ini tergolong ke dalam Famili Lamnidae, yang menyiratkan bahwa Hiu ini berkerabat dekat dengan Hiu Putih ( Carcharodon Carcharias). Namun, saat ini para ilmuwan sepakat bahwa hewan ini termasuk ke dalam Famili Otodontindae yang sudah punah, dan Famili ini bercabang dengan nenek moyang Hiu Putih pada zaman Kapur Awal. dan sekarang Genus nyamasih di perdebatkan, dan para penulis biasa nya menggolongkan ya sebagai Carcharocles, Megaselechus, Otodus, atau Procarcharodon.

Sejarah Megalodon yang Hampir Punah

Read More

Para ilmuwan menduga Megalodon terlihat seperti Hiu Putih yang lebih kekar, walaupun Hiu ini juga mungkin tampak seperti Hiu Raksasa ( Chetorhinus Maximus) atau bisa di sebut Hiu Harimau Pasir.(Charcarias Taurus). Hewan ini dianggap sebagai salah satu hewan predator terbesar dan terkuat yang pernah ada, dan fosil-fosilnya sendiri menunukan bahwa panjang maksimal Hiu Raksasa ini mencapai 18 m, sementara panjang rata-rata berkisar 10,5 m. Rahang nya yang besar memiliki kekuatan gigitan antara 110.000 sampai 180.000 Newton. Gigi mereka tebal dan kuat dan lebih berevolusi untuk menangkap mangsa dan meremukan tulang.

Baca Juga:   Berikut Ini Adalah Dino Pasaran Hari Ini

Hewan ini bersaing dengan Catacea atau hewan pemakan Paus seperti Livyatan, dan Paus Sperma Makroraptorial lainnya, serta Paus pembunuh Kuno dengan ukuran tubuh yang lebih kecil seperti Orcinus Citoniensis. Kemungkinan para pesaing ini menjadi salah satu faktor yang mengakibatkan kepunahan Megalodon. Hiu ini lebih menyukai perairan hangat, sehingga terdapat kemungkinan bahwa kemunduran spesies ini juga di akibatkan oleh zaman es, yang memicu pendinginan samudra, penurunan permukaan laut, dan hilang nya tempat kelahiran dan pertumbuhan anak megalodon. Selain itu, berkurang nya keaneka ragaman Paus Balin dan bergesernya daerah persebaran Paus-paus tersebut ke wilayah kutub kemungkinan telah mengurangi sumber makananutama Megalodon. Kepunahan Hiu ini tampak nya berdampak terhadap hewan-hewan lain, contoh nya besar tubuh Paus Balin meningkat secatra drastis setelah Hiu ini punah.

Baca Juga:   Hendra Eiger Terancam Dipecat Setelah Surat Eiger Viral

Megalodon kemungkina berdampak besar bagi kehidupan di laut. Dari rekaman fosil menunjukan bahwa hewan ini tersebar di berbagai dunia, kemungkinan Hiu ini memburu mangsa-mangsa besar, seperti Paus, Anjing laut, dan Penyu raksasa. Anak megalodon tinggal di perairan pesisir yang hangat dan di tempat tersebut mereka dapat makanan ikan dan paus kecil. Tidak seperti Hiu putih yang menyerang mangsa dari bagian bawah yang lunak, Megalodon kemungkina menggunakan rahang nya yang kuat untuk menembus rongga-rongga di dada dan menusuk jantung dan paru-paru mangsanya.

Berdasarkan catatan-catatan dari zaman Renaisans, Gigi raksasa yang berbentuk segitiga  telah di temukandinformasi-formasi batu, dan awal nya gigi tersebur di kira lidah naga atau ular yang telah membatu. Kesalahan ini di benarkan oleh naturalis Denmark Nicolas steno pada tahun 1667, ia mengenali fosil tersebut sebagai gigi Hiu dan kemudian membuat gambar kepala Hiu yang memiliki gigi semacam itu. Ia mendeskripsikan temuan-temuan nya di dalam buku Canis Carcharie Dissectum Caput (Kepala Hiu yang di Bedah). Yang juga besisi penggambaran gigi Megalodon.

Baca Juga:   Sinopsis Babby Driver

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *