Muhamaddiyah Menyarankan Agar Tidak Ada Pemberangkatan Haji Tahun Ini

  • Whatsapp
Ibadah Haji
Ibadah Haji/kompas.com

Sebentar lagi bulan haji. Ibadah haji merupakan rukun islam yang ke 5. Dan wajib ditunaikan bagi yang mampu. Harus melihat keadaan umat Islamnya yang bermacam-macam sehingga menjadikan hukumnya dibolehkan sampai dilarang jika akan menimbulkan kemudaratan.

Ibadah Haji/Cnnindonesia.com

Alasan mengapa dikatakan wajib untuk yang mampu arena perjalanan menuju tanah suci memerlukan dana yang tidak sedikit.

Ibadah haji sendiri di laksanakan setiap tahunnya pada bulan Zulhijjah. Pada waktu tersebut umat muslim seluruh dunia berkumpul di tempat sama yaitu Baitullah.

Ditambah tahun sekarang sedang ada pandemi Covid 19 diseluruh dunia tidak hanya melanda Indonesia. Maka dari itu Pemerintah harus melaukan extra pemantauan teriutama bagi orang orang yang mau berpergian keluar atau pun kedatangan dari luar.

Baca Juga:   Siap-Siap 6 Bansos yang Masih Akan Cair Setelah Lebaran

Mengaju kepada syariat Islam bahwa ibadah haji boleh dilaksanakan kalau tidak menimbulkan kemudaratan atau harus dalam keadaan situasi aman.

Sehingga Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengeluarkan pendapat yang dikutip dari “id.times.com”

“Sebaiknya tahun ini pemerintah tidak memberangkatkan haji. Risikonya sangat besar, baik dari sisi kesehatan maupun penyelenggaraan,” kata Abdul Mu’ti, Rabu (2/6/2021).

Mu’ti menilai, apabila pemerintah tidak menyelenggarakan ibadah haji, maka juga tidak melanggar syariat dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

“Kemudian sesuai UU Haji, penyelenggaraan haji juga disyaratkan adanya jaminan keamanan, keselamatan dan ketertiban,” kata dia.

endati demikian, menurut dia, apabila Pemerintah  Arab Saudi nantinya memberikan kuota untuk jemaah asal Indonesia, itu dapat diperuntukkan bagi jemaah haji mandiri asal Indonesia.

Baca Juga:   Porto VS Chelsea, Hasil Dari Liga Champions

Lebih lanjut, Mu’ti mengatakan bahwa pemberangkatan jemaah haji secara reguler dalam jumlah terbatas juga bisa menimbulkan masalah teknis.

Masalah teknis itu, kata dia, berkaitan dengan administrasi dan pelayanan bagi jemaah.

Maka dari itu Pemerintahaan REpbulik Indonesia harus memikirkan secara matang-matang karena yang akan diberangkatkan dari kalangan umur yang berbeda beda.

dapun pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menerbitkan keputusan soal penyelenggaraan haji 1442 Hijriah/2021 Masehi.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menuturkan, keputusan tersebut akan diberikan ada atau dengan tidak ada keputusan tentang penyelenggaraan haji dari Arab Saudi.

“Keputusan ini, saya sepakat untuk segera kita buat dengan atau tanpa pengumuman dari pemerintah Saudi Arabia,” kata Yaqut dalam rapat kerja dengan Komisi VIII, Senin (31/5/2021).

Baca Juga:   MUI Mngeluarkan Fatwa Nomor 14 Tahun 2021 Tentang Vaksin Astrazeneca

Menurut dia, dibukanya ibadah haji untuk jemaah dari luar negeri atau tidak adalah kewenangan dari Pemerintah Arab Saudi.

Kendati demikian, Indonesia dinilainya tidak bisa hanya menunggu. Oleh karena itu, Indonesia akan segera membuat keputusan soal pelaksanaan ibadah haji tahun ini. (sumber: Kompas)

Semoga tahun depan pandemi ini berakhir tidak ada batasan dan jarak lagi. Karena berdampak total untuk semuanya termasuk Ibadah pun jadi pertaruhan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *