Ternyata CUMA Hayalan

Lukisan

Aku adalah seorang penulis di sore hari, aku selalu pergi ke pantai dan menikmati senja untuk mengerjakan hobiku yaitu menggambar senja, angin yang sejuk dan suara pantai di sertai suasana yang begitu indah aku menikmatinya.

Saat itu ketika aku sedang menggambar tiba tiba ada seorang pria yang menghampiriku, disana aku merasa takut, dan tidak lama kemudian pria itu bertanya “Hai, apa kamu sendiri ?” disana aku menjawab dengan gugup”mmmm ya aku sendiri” dan pria itu pun menjawab kembali “apa aku boleh duduk disamping mu” jawab ku “kou siapa? Aku tidak mengenal mu?” aku adalah penggemar mu” jawab nya, disana aku heran dan menatap ke arah mukanya sambil memegang buku gambar dan pensil ku, kemudia dia duduk disamping dan mengatakan”ya, aku penggemar mu aku selalu melihatmu setiap sore kepantai ini sendiri, oh ya rumah ku juga tidak jauh dari sini jadi aku bisa melihat mu berjalan ke arah pantai sini” ujarnya.

Disana aku masih merasa bingung , siapa laki-laki ini dan apa tujuan nya aku tidak ingin berpikir lagi saat itu aku meneruskan hasil gambarku dan tiba tiba ia menyodorkan tangan nya dan mengatakan” aku riko? “ aku tersontak kaget ” oh ya aku andin” sambil menjawab sapaan tangannya.

Tidak lama kemudian dia langsung berceriat tentang pantai ini, dia bercerita sangat banyak dan aku hanya mendengarkan saja sambil tersenyum kecil, dalam hati ak mengatakan” mengapa pria ini banyak bicara sekali “ ujarku dalam hati. Ketika aku melihat senyum nya saat dia tertawa aku perhatikan senyum nya begitu manis dan aku terus memandangi senyum nya, dan saat itu dia tiba tiba melihat ke arah ku dan mengatakan “hei km memperhatikan aku y” disana aku sontak sangat terkejut juga malu.

Aku mengelak “ mmmm ngg ngg nggako aku liat kesana “ ujarku sambil kembali menggambar dan tersenyum malu,  aku tidak menyadari nya ternyata aku begitu nyaman dan asik saat disamping nya, melihat dia terus bicara membuat aku kagum karna dia tdak habis habisnya topik untuk bicara, saat hari mulai gelap, aku tidak menyadari nya dan ketika aku melihat ke samping ku, tempat laki laki itu duduk ternyata laki laki itu sudah tidak ada “ Disana aku bingug kemana laki laki tersebut yang selalu teratawa dan bercerita itu, Dan ternyata aku baru menyadari nya  selama ini aku hanya mengahayal, aku berharap ada sosok pria yang bisa menemaniku disetiap aku mengerjakan hobiku, “Kukira itu nyata ternyata Cuma khayalan ku saja” hari pun mulai semakin gelap dan aku bergegas pulang dan aku berharap esok hari ketika aku kesini lagi ada sosok yang aku hayalkan itu.

Cerpen “Citra Ayu”

You May Also Like

About the Author: Linmas

Leave a Reply

Your email address will not be published.